Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia membenarkan lima warganya memasuki wilayah Indonesia tanpa dokumen perjalanan dan ditahan di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.
Dilansir dari Australian Broadcasting Corporation (ABC), Minggu (14/9), kelima warga Australia, termasuk dua orang perempuan, tiba di Merauke dengan pesawat kecil pada Jumat pagi (12/9). DFAT seperti dikutip ABC menyebutkan penahanan kelima warga Australia itu disebabkan mereka tidak mengantongi izin terbang, keamanan maupun izin imigrasi.
Saat ini, kelimanya dalam pengawasan pihak berwenang Indonesia di sebuah hotel sambil menunggu persetujuan izin-izin yang diperlukan. Kedutaan Besar Australia di Jakarta memberi bantuan kekonsuleran kepada lima warganya yang terbang ke Provinsi Papua dari Pulau Horn di lepas pantai Cape York itu.
Sementara Komandan Landasan Udara TNI-AU Merauke, Letkol M.Somin, menegaskan pesawat Australia yang ditahan pihaknya tidak kehabisan bahan bakar. Somin mengemukakan, pesawat dengan kode penerbangan VH-PFP yang mendarat pada hari Jumat di Bandara Mopah, bahkan memiliki bahan bakar yang cukup untuk kembali ke Horn Island, Australia, tempat pesawat tersebut berangkat. Somin mengemukakan penanganan awak pesawat dan penumpang telah dialihkan ke pihak imigrasi dan kepolisian, sedangkan pihaknya masih menyelidiki kemungkinan pesawat itu digunakan untuk kegiatan mata-mata. Dari penyelidikan awal di pesawat tersebut memang tidak diperoleh peralatan pengintai seperti kamera, namun untuk lebih memastikan pihak Landasan Udara TNI AU Merauke masih terus melakukan penyelidikan.
Pesawat berisi lima warga Australia tersebut berangkat dari Horn Islan, Australia, sekitar pukul 12 siang waktu indonesia timur dengan lama penerbangan satu jam 10 menit menuju Merauke. Pesawat tersebut seharusnya terlebih dulu mengurus izin "security clearence" dan "flight approval" sebelum masuk wilayah Indonesia, namun kedua izin itu tidak mereka miliki.
Lima warga Australia itu adalah pilot William Hendry Scott Bloxam, ko-pilot Vera Scott Bloxam, serta tiga penumpang yaitu Hubert Hofer, Karen Burke, dan Keit Rowald Mortimer.