Harapan masyarakat Papua Selatan khususnya masyarakat Kabupaten Merauke yang berada di pojok Timur Nusantara dan Selatan Papua untuk dapat memiliki sebuah Universitas Negeri bakal menjadi kenyataan. Sebab, Pemerintah Pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional akan membuka 7 Universitas Negeri baru di Indonesia salah satunya di Merauke.
‘’Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah bisa merespons harapan masyarakat terutama orang-orang miskin yang selalu bergelut antara otak dan perut,’’ kata Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze, kemarin. Karena tidak adanya Universitas Negeri itu, selama ini banyak anak-anak yang harus keluar daerah dan harus gagal ditengah jalan karena harus bertarung antara urusan perut dengan urusan kepala. Dia berharap, dengan kehadiran Universitas Negeri itu nantinya akan semakin mendekatkan para orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Para orang tua tidak perlu terlalu memikirkan lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk mengirim anak-anak mereka keluar daerah. ‘’Kita harap nantinya akan menjadi komunitas orang-orang miskin terutama rakyat kecil untuk menjadi prioritas bagi kalangan yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke luar daerah,’’ harapnya.
Pemerintah Kabupaten Merauke sejak 5 tahun lalu melakukan persiapan dengan membangun sarana prasarananya yang kini menjadi Kampus Universitas Musamus. Menurut Bupati Gebze, segalanya sudah dipersiapkan dan tinggal menunggu persiapan peresmian Universitas Negeri itu. ‘’Kita sudah siapkan dan buktinya gedung sudah kita bangun. Kalau saya tidak siap berarti gedung-gedung itu tidak ada dan Musamus tidak pernah ada,’’ jelasnya.
Menurut Bupati, perjuangan dan pendirian Universitas Negeri di Merauke tersebut merupakan salah satu kontrak dengan masyarakat guna memajukan SDM di Papua Selatan. Gebze menambahkan, Merauke tidak akan maju jika tidak dimulai dengan merancang manusia Papuanya. ‘’Makanya lembaga itu kita dirikan. Modal pertama itu adalah semangat, bukan duit. Kalau ada semangat berarti duit bisa kita cari,’’ tambahnya.