Pemerintah membuka keran bagi pengusaha untuk mengimpor pupuk sesuai kebutuhan. Pasalnya, saat ini kendala distribusi menimbulkan kelangkaan pupuk di berbagai daerah. Kelangkaan pupuk di tingkat petani harus segera dibenahi. Apalagi, jika produsen domestik memang tidak mampu memenuhi pasokan pupuk sesuai kebutuhan petani.
"Peluang impor terbuka, silakan saja jika mau impor sebanyak-banyaknya," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono, Jumat (22/8), di Jakarta. Terkait target swasembada pangan, kata Anton, pemerintah tidak akan memfokuskan pengembangan sektor pertanian hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. "Prospek agribisnis perkebunan sawit sangat baik. Yang pasti, pengembangannya akan dilakukan di berbagai daerah di luar Jawa," ujarnya.
Menurut dia, pengembangan sektor pertanian dan perkebunan seperti sawit dan beras akan dilakukan pada daerah yang paling dianggap siap. Dia mengatakan untuk pengembangan perkebunan sawit sendiri saat ini daerah yang dinilai paling siap adalah Merauke. "Tapi pemerintah pusat hanya memfasilitasi saja. Inisiatif pengembangannya harus muncul dari pemerintah daerah," ujar dia.