MERAUKE.MOBI
0-Home | Berita Merauke | Merauke basis produksi beras
Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyatakan, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, akan dijadikan sebagai basis produksi beras ekspor. Selain untuk mengembangkan pertanian di kawasan timur Indonesia, pengembangan produksi beras di Merauke juga untuk membuka peluang kerja. Hal itu disampaikan Menteri Pertanian seusai membuka Pekan Padi Nasional III, Senin (21/7) di Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Saat ini Departemen Kehutanan telah mengalokasikan lahan 585.000 hektar untuk pengembangan produksi tanaman pangan, khususnya beras, di Merauke. Status lahan tersebut nantinya disewakan kepada swasta dalam bentuk hak guna usaha. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air Deptan, hingga sekarang sudah ada lima perusahaan yang berminat menanamkan modal untuk pengembangan pertanian padi dengan konsep rice estate di Merauke. Lima investor baru itu adalah Grup Medco, PT Bangun Cipta Sarana, PT Wolo Agro Makmur, PT Comexindo, dan PT Digul Agro Lestari. Mereka berinvestasi khusus di tanaman padi. Perusahaan itu akan mengembangkan padi di Merauke dengan sistem farming. Mereka akan menjalankan usaha dengan sistem mekanisasi agar efisien dan produknya kompetitif di pasar internasional. Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air Deptan Hilman Manan yang ditunjuk sebagai ketua tim investasi di Merauke mengatakan, lima perusahaan tersebut sudah memulai usahanya. ”Ada yang sudah mulai membuka areal untuk bibitnya. Artha Graha baru bertemu dengan pemerintah daerah untuk melihat lahan,” kata Hilman. PT Bangun Cipta sudah membuka lahan 500 hektar untuk penangkaran. Sementara Grup Medco dan PT Wolo telah membuka sekitar 250-300 hektar untuk keperluan yang sama. Masalah infrastruktur Sekjen Deptan Hasanuddin Ibrahim menambahkan, potensi lahan di Merauke yang bisa dikembangkan untuk tanaman pangan mencapai 1,06 juta hektar. Lahan tersebut berada di hamparan datar yang sekarang ini berupa padang rumput. ”Saya mengusulkan, selain untuk swasta, lahan di Merauke agar bisa juga dikelola oleh koperasi petani maupun gabungan kelompok tani, setidaknya untuk luasan 50-100 hektar. Secara tidak langsung, bisa mendorong terjadinya transmigrasi,” katanya. Hilman mengatakan, masalah infrastruktur seperti saluran irigasi, jalan, dan pelabuhan curah memang menjadi masalah. Masalah ketersediaan air, di wilayah Merauke ada empat sungai yang airnya bisa dimanfaatkan untuk irigasi. Sungai yang besar, misalnya, adalah Sungai Digul. Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimoeso mengatakan, lahan di Merauke dengan rentang dataran rendah sekitar 75 kilometer dari garis pantai ke dalam sangat cocok untuk pengembangan tanaman pangan, seperti padi, jagung, kedelai, dan tebu.
0-Home | Berita Merauke |  Merauke basis produksi beras