Terbatasnya kemampuan pembangkit listrik yang dimiliki PLN saat ini membuat daftar permintaan pemasangan baru semakin panjang. Menurut Pelaksana Harian Manager PLN (Persero) Cabang Merauke, Sunaryo, hingga saat ini daftar tunggu itu mencapai lebih dari 2000 orang.
''Memang untuk melayani daftar tunggu itu belum bisa karena saat ini memang mengalami krisis daya atau kemampuan pembangkit kita terbatas,'' kata Sunaryo menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, seusai bertindak sebagai Irup pada peringatan Hari Listrik Nasional ke-63, kemarin.
Disinggung sistem layanan terhadap daftar tunggu itu, menurut Sunaryo, jika memungkinkan maka pihaknya melayani sesuai dengan nomor urut pendaftaran. ''Jadi yang paling duluan memasukkan permohonan itu yang duluan kita layani. Kecuali jika ada yang duluan mendaftar dan kita beritahukan tapi belum mau melanjutkan permohonannya ya terpaksa kita alihkan kepada daftar berikutnya,'' jelasnya.
Menurut Sunaryo, belum adanya penyambungan baru terhadap daftar tunggu tersebut bukan karena meteran yang tidak ada sesuai informasi yang biasanya berkembang namun karena benar-benar alasan daya pembangkit yang masih sangat terbatas.
Sunaryo membantah ketika disinggung tentang adanya sinyalamen yang berkembang di masyarakat bahwa pelayanan diutamakan bagi pendaftar yang membayar lebih ketimbang daftar tunggu. ''Itu tidak benar,'' katanya membantah. Yang penting, lanjut dia, masyarakat betul-betul mengurusnya ke loket PLN. Karena masalah tarif sudah ada, sehingga tidak ada masalah.
''Tapi kalau ada petugas kami yang melakukan penipuan seperti itu dengan menjanjikan akan segera dilakukan pemasangan dengan membayar lebih dari ketentuan supaya dilaporkan. Kita akan berikan sanksi sesuai tingkat kesalahan mulai dari sanksi administrasi sampai pada pemecatan,'' tandasnya.