MERAUKE.MOBI
0-Home | Berita Merauke | Bupati Merauke Tantang ICW
Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze, menantang Indonesian Corruption Watch (ICW) Papua untuk datang ke Merauke membuktikan temuannya seperti yang disampaikan dalam jumpa pers beberapa hari lalu.

 "Jadi ICW itu komentar luar sana. Sebaiknya ICW datang ke sini (Merauke). Jangan sembunyi seperti tikus," kata Bupati Gebze memberi tantangan, di Kantor Bupati Merauke, Selasa (16 Sept 2008). 

Menurut Bupati Gebze, kalau ICW mau jujur dan terbuka untuk melihat sebuah kebenaran realitas pelayanan yang dibuat Pemerintah Kabupaten Merauke untuk tidak tergesa-gesa mengeluarkan komentar. Sebab, menurutnya, kalau mau bicara soal standar, satu-satunya standar yang benar adalah standar yang Tuhan miliki. "Tapi kalau bicara soal standar manusia itu relative. Karena dunia Indonesia itu tidak sama. Dunia Jakarta dan dunia Papua itu sangat beda jauh sekali. Kalau kita gunakan ukuran Jakarta lalu dibandingkan dengan Papua, Papua itu sudah dari dulu namanya hidup dengan kemahalan. Mereka di Jakarta saja, BBM naik 1 sen saja, Semanggi sudah mau roboh dan Istana digonggong terus. Tapi orang Papua itu mau naik segala macam tidak peduli mau demonstrasi mau ke mana. Nah, itu yang harus dipahami," katanya panjang lebar. 

"Jadi mereka jangan berkomentar liar di luar sana. Kalau mau buktikan ICW itu suruh datang ke sini lalu lihat realita," tukasnya. Bicara soal dana pendidikan, jika lebih banyak untuk belanja aparatur menurut Bupati Gebze, untuk ditunjukan dengan angka. Kalau misalnya ini aparatur, aparatur mana yang dikasih pendidikan. Sebab, itu Tidak ada. Karena masyarakat yang punya jatah langsung dikasih. Termasuk sepeda untuk menunjang kelancaran anak-anak sekolah. Itu sudah ribuan. Sekarang ini, jelas Bupati Gebze, kapal lagi sedang membawa ribuan sepeda untuk bantuan anak-anak sekolah memperlancar percepatan anak-anak yang tidak mampu yang tidak bisa membayar ongkos angkutan akibat kenaikan BBM. Sepeda tersebut digunakan dari rumah ke sekolah dan sebaliknya untuk menunjung proses belajar mengajar mereka. Selain itu, semua uang untuk anak-anak sekolah di Merauke. "Siapa yang bayar APBD Kabupaten Merauke. Datang bapak mama minta tiap hari saya kasih mereka. Tanya itu mama-mama kalau tidak percaya," yang dijawab betul secara serentak oleh mama-mama yang ikut nimbrong mendengarkan. 

Menurut Bupati gebze, jika ICW mau uji tertib, harus datang ke Merauke. "Datang tanya baik-baik. Jangan datang seperti tikus atau kutu busuk yang menggigit sebentar terus lari sembunyi. Kita ini dilahirkan bukan sebagai koruptor disini. Justru kita terbeban bagaimana membayar sebuah perubahan kemahalan yang terjadi akibat kenaikan BBM dan segala macam," terang Bupati Gebze. Menurut Bupati, salah satu alasan mendirikan Universitas di Merauke supaya masyarakat bisa sekolah. "Kalau dengan kemiskinan mau ke Jakarta? urus perut saja tidak bisa apalagi urus otak. Jadi ini sangat berat. Sebuah negeri yang tinggal di pojok ini harus membayar sebuah biaya transportasi dengan tingkat kemahalan, sehingga Pemerintah Daerah memberi bantuan pendidikan bagi anak-anak yang lanjut di berbagai kota study," jelasnya. Tidak hanya itu, dalam rangka menghadapi persaingan arus globalisasi, Pemerintah Kabupaten Merauke juga mengirim beberapa anak ke China untuk belajar bahasa Mandarin. "Biayanya itu sudah ratusan bahkan miliaran rupiah. Jadi jangan mereka berkomentar enak-enak karena mereka ICW lalu enak ajak mengoreksi. Coba kita tukar aja mereka jadi. Dulu yang satu suka komentar yang masuk penjara itu kan kalangan mereka juga. Sok-sok nasehat orang tapi begitu dikasih kewenangan korupsi ternyata juga. Jadi kita tidak ada korupsi-korupsi seperti itu," tandas Bupati Gebze lagi.
0-Home | Berita Merauke | Bupati Merauke Tantang ICW